Juli Sastrawan adalah penulis dan peneliti yang sejak 2022 berfokus pada memori kolektif, produksi pengetahuan alternatif, serta narasi sejarah dalam sastra dan seni. Pada 2024, ia menjalani residensi menulis di Kyoto dan menjadi peneliti tamu di Pusat Kajian Asia Tenggara, Universitas Kyoto. Saat ini ia mendalami proyek yang mengeksplorasi fiksi dan seni sebagai medium pengarsipan non-konvensional. Dengan menyandingkan Peristiwa 1965 dan Bom Atom Hiroshima, ia menelusuri bagaimana imajinasi sastrawi dan estetika visual bekerja sebagai penyimpan fragmen ingatan, suara penyintas, dan detail kemanusiaan.