Pendar Bintang dan Cara Kita Mengeja Jarak – Sedikit Catatan Sepulang dari Makassar
Pukul tujuh pagi di Bandara Ujung Pandang. Pesawat delay, agak aneh kalau laki-laki seimut saya harus marah-marah sepagi ini. Saya memesan kopi, mengambil buku kecil dan sedikit menuliskan beberapa ingatan yang tercecer, sebagian di Benteng Rotterdam, sebagian di sepanjang Jalan Pattimura, sebagian lagi di lobi hotel. Menjadi kurator di festival yang amat dicintai warganya adalah…
